Huawei Rilis Power Bank 12.000 mAh, Bisa Dilacak Offline saat Hilang
Huawei merilis power bank baru berkapasitas 12.000 mAh. Uniknya, power bank ini dibekali fitur pelacakan lokasi secara offline. Aksesori bernama Huawei All-in-One Charging Power Bank ini menjadi power bank pertama Huawei yang membawa fitur pelacakan. Power bank ini diumumkan di China dengan harga 399 yuan (sekitar Rp 1 jutaan). Selain membawa fitur pelacakan, perangkat ini juga mendukung pengisian daya cepat hingga 100 watt (W) dan telah memenuhi standar keselamatan 3C yang berlaku di China. Fitur pelacakan ini akan berguna ketika pengguna lupa meletakkan power bank. Pengguna dapat menggunakan ponsel Huawei untuk membuat perangkat tersebut mengeluarkan suara. Apabila berada di luar jangkauan Bluetooth, sistem akan menampilkan lokasi terakhir power bank di peta. Pada perangkat tertentu, sistem bahkan dapat menunjukkan posisi berdasarkan tingkat lantai, sehingga memudahkan pengguna menemukannya.
Huawei juga melengkapi perangkat ini dengan fitur pintar bagi pengguna ponsel yang menjalankan HarmonyOS 6.1 atau versi lebih baru. Sistem dapat menampilkan sisa kapasitas baterai power bank, memberikan peringatan apabila suhu perangkat terlalu tinggi, hingga mengirim notifikasi ketika pengguna meninggalkan power bank. Selain itu, pengguna dapat memantau kondisi kesehatan baterai dan memasang pembaruan firmware melalui aplikasi Huawei AI Life. Dari sisi spesifikasi, Huawei All-in-One Charging Power Bank mendukung pengisian cepat dua arah (bidirectional) hingga 100 W melalui teknologi SuperCharge. Artinya, selain mampu mengisi daya perangkat lain dengan kecepatan tinggi, power bank ini juga dapat diisi ulang hingga 100 W menggunakan adaptor yang kompatibel. Huawei mengeklaim, daya 100 W tersebut mampu mengisi baterai ponsel yang kompatibel seperti Mate 80 Pro, hingga 85 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Power bank ini dibekali kabel USB-C yang menyatu dengan bodi perangkat dan menempel secara magnetis saat tidak digunakan. Selain kabel bawaan, tersedia pula satu port USB-C tambahan sehingga pengguna dapat mengisi daya dua perangkat sekaligus. Baca juga: 4 Power Bank Anker yang Ditarik Peredarannya di Indonesia Ketika dua perangkat diisi secara bersamaan, kabel USB-C bawaan mampu menyalurkan daya hingga 66 W, sedangkan port USB-C tambahan menghasilkan daya hingga 40 W. Huawei juga menyematkan fitur pass-through charging, yang memungkinkan power bank diisi ulang sambil tetap mengisi daya perangkat lain yang terhubung. Untuk meningkatkan keamanan, Huawei menggunakan sel baterai Whale yang dilengkapi lapisan isolasi keramik. Perangkat ini juga dibekali lima sensor suhu yang ditempatkan di area baterai, papan sirkuit, dan port pengisian untuk memantau panas selama proses pengisian daya.
Selain itu, Huawei menggunakan material grafit untuk membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil saat beroperasi pada kecepatan pengisian 100 W. Huawei mengklaim kabel USB-C bawaan pada power bank ini dirancang tahan hingga 10.000 kali siklus tekukan dan tarikan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.
Selain itu, Huawei menggunakan material grafit untuk membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil saat beroperasi pada kecepatan pengisian 100 W. Huawei mengklaim kabel USB-C bawaan pada power bank ini dirancang tahan hingga 10.000 kali siklus tekukan dan tarikan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.
https://tekno.kompas.com/read/2026/08/07/07000067/huawei-rilis-power-bank-12.000-mah-bisa-dilacak-offline-saat-hilang.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Comments
Post a Comment